Tidak Semua Orang Harus Mengerti Kita

Ada satu fase dalam hidup ketika kita berhenti menjelaskan diri kepada semua orang.

Bukan karena kita berubah menjadi dingin.
Bukan juga karena kita tidak peduli lagi.

Tapi karena kita mulai mengerti sesuatu yang sederhana: tidak semua orang harus mengerti kita.


Sejak kecil kita diajarkan untuk menjadi orang yang baik.
Menjelaskan niat kita.
Membuat orang lain memahami apa yang kita lakukan.

Kita ingin dilihat sebagai orang yang tidak salah.
Kita ingin dimengerti.

Tapi semakin lama hidup berjalan, kita mulai sadar bahwa tidak semua orang benar-benar ingin mengerti.

Ada orang yang sudah memutuskan pendapatnya bahkan sebelum mendengar penjelasan kita.
Ada orang yang lebih suka menilai daripada memahami.
Ada juga yang memang tidak pernah berniat melihat dari sudut pandang kita.

Dan anehnya, semakin kita mencoba menjelaskan, semakin kita merasa lelah.


Pada titik tertentu kita mulai belajar sesuatu yang lebih tenang.

Bahwa hidup tidak harus selalu disertai pembelaan.

Tidak semua langkah kita perlu penjelasan.
Tidak semua keputusan harus disetujui orang lain.

Kadang yang kita butuhkan hanya satu hal: ketenangan untuk tetap berjalan tanpa harus dimengerti semua orang.


Kedewasaan sering datang diam-diam.

Bukan ketika semua orang setuju dengan kita.
Tapi ketika kita tidak lagi merasa perlu membuat semua orang setuju.

Kita mulai memilih diam pada hal-hal yang dulu ingin kita bantah.
Kita mulai membiarkan orang lain punya penilaian mereka sendiri.

Bukan karena kita kalah.
Tapi karena kita sudah tidak lagi ingin bertengkar dengan persepsi orang.


Hidup ini terlalu singkat untuk dihabiskan menjelaskan diri kepada semua orang.

Sebagian orang akan mengerti kita tanpa banyak kata.
Sebagian lagi tidak akan mengerti meski kita menjelaskan sepanjang hidup.

Dan itu tidak apa-apa.

Karena pada akhirnya, yang paling penting bukanlah berapa banyak orang yang memahami kita.

Tapi apakah kita masih memahami diri kita sendiri.

Post a Comment for "Tidak Semua Orang Harus Mengerti Kita"