Waktu Mengajarkan Hal yang Tidak Bisa Diajarkan Siapa Pun
Tidak dari buku.
Tidak dari nasihat orang lain.
Tidak dari pengalaman orang di sekitar kita.
Karena ada pelajaran yang hanya bisa benar-benar dipahami ketika kita mengalaminya sendiri.
Dan waktu adalah satu-satunya guru yang tidak bisa digantikan.
Dulu, kita mungkin sering diberi nasihat.
Tentang hidup.
Tentang hubungan.
Tentang keputusan yang seharusnya kita ambil.
Kita mendengarnya.
Kita mengerti secara logika.
Tapi belum tentu kita benar-benar memahami maknanya.
Ada hal yang baru terasa nyata setelah kita mengalaminya sendiri.
Tentang kehilangan.
Tentang kecewa.
Tentang perjuangan yang tidak selalu berjalan sesuai harapan.
Semua itu tidak bisa dijelaskan sepenuhnya dengan kata-kata.
Harus dirasakan.
Harus dilalui.
Harus dijalani.
Waktu tidak pernah terburu-buru.
Tapi selalu tepat.
Ia membawa kita melewati berbagai fase.
Fase di mana kita belajar menerima.
Fase di mana kita belajar melepaskan.
Fase di mana kita belajar memahami hal-hal yang dulu tidak kita mengerti.
Dan semua itu tidak terjadi dalam satu hari.
Ada hal yang dulu kita anggap sederhana,
tapi ternyata memiliki makna yang dalam setelah waktu berjalan.
Ada kejadian yang dulu kita anggap menyakitkan,
tapi ternyata justru membentuk kita menjadi lebih kuat.
Dan ada juga hal yang dulu kita tidak pahami,
tapi akhirnya terasa jelas setelah kita cukup jauh melangkah.
Mungkin kita tidak selalu bisa mempercepat proses.
Tidak bisa memaksa diri untuk langsung mengerti semuanya.
Karena ada pelajaran yang memang membutuhkan waktu.
Dan itu tidak apa-apa.
Pada akhirnya, kita akan sampai pada satu titik di mana kita mengerti.
Bukan karena ada yang menjelaskan dengan sempurna.
Tapi karena kita sudah cukup lama berjalan.
Dan di situlah kita sadar,
bahwa waktu tidak hanya berlalu.
Ia juga mengajarkan banyak hal,
tanpa banyak bicara.

Post a Comment for "Waktu Mengajarkan Hal yang Tidak Bisa Diajarkan Siapa Pun"