Aku Tak Boleh Bersinar (Catatan Kedua)
Catatan pertama, bisa anda baca di https://www.adib.my.id/2025/12/aku-tak-boleh-bersinar.html
Ada masa ketika kita merasa harus meredupkan diri sendiri.Bukan karena kita tidak mampu bersinar.
Tapi karena cahaya kita terasa membuat orang lain tidak nyaman.
Kita belajar menahan pendapat.
Menurunkan mimpi.
Mengurangi langkah.
Seolah-olah menjadi versi yang lebih kecil dari diri sendiri adalah cara paling aman untuk tetap diterima.
Tidak semua orang senang melihat orang lain berkembang.
Ada yang merasa terganggu ketika kita berubah.
Ada yang merasa tidak nyaman ketika kita mulai berani berbeda.
Ada juga yang perlahan menjauh ketika kita tidak lagi sama seperti dulu.
Dan tanpa sadar, kita mulai berpikir:
mungkin memang lebih baik tidak terlalu terlihat.
Kita mulai menyembunyikan potensi.
Mengurangi semangat.
Berpura-pura biasa saja.
Bukan karena tidak punya kemampuan.
Tapi karena lelah menghadapi reaksi orang yang tidak selalu mendukung.
Kadang bukan kegagalan yang membuat kita ragu.
Tapi komentar kecil yang berulang-ulang.
Pandangan sinis yang tidak diucapkan, tapi terasa.
Sikap yang membuat kita merasa seolah-olah kita terlalu berlebihan hanya karena ingin berkembang.
Lama-lama kita terbiasa menyesuaikan diri.
Kita belajar menjadi tidak terlalu menonjol.
Tidak terlalu percaya diri.
Tidak terlalu berani menunjukkan apa yang sebenarnya kita bisa.
Padahal jauh di dalam diri, kita tahu:
kita tidak dilahirkan untuk selalu meredup.
Ada hal yang perlu kita sadari perlahan.
Cahaya tidak pernah salah karena terlalu terang.
Dan seseorang tidak perlu merasa bersalah hanya karena ia berkembang.
Tidak semua orang akan mengerti perjalanan kita.
Tidak semua orang akan merasa nyaman melihat perubahan kita.
Dan itu bukan sesuatu yang harus kita hentikan.
Kita tidak harus mengecilkan diri agar terlihat pantas di mata semua orang.
Kita tidak harus menunda mimpi hanya karena takut dianggap berbeda.
Karena hidup bukan tentang membuat semua orang merasa nyaman dengan pilihan kita.
Tapi tentang tetap jujur terhadap potensi yang sudah dititipkan dalam diri.
Tidak semua orang akan mendukung langkah kita.
Tidak semua orang akan senang melihat kita bertumbuh.
Tapi itu bukan alasan untuk berhenti bersinar.
Karena pada akhirnya, cahaya tidak diciptakan untuk disembunyikan.
Ia diciptakan untuk memberi arah.
Dan mungkin, tanpa kita sadari,
cahaya yang kita miliki justru bisa membantu orang lain menemukan jalannya.

Post a Comment for "Aku Tak Boleh Bersinar (Catatan Kedua)"