Ibu Selalu Tahu, Meski Kita Tak Pernah Cerita

Ibu Selalu Tahu, Meski Kita Tak Pernah Cerita

Ada hal-hal yang tak pernah kita ucapkan pada ibu.
Tentang lelah yang kita simpan sendiri.
Tentang takut yang kita sembunyikan di balik kata “aku baik-baik saja.”

Kita kira ibu tidak tahu.
Kita kira kita pandai berpura-pura kuat.
Kita kira senyum kita cukup meyakinkan.

Tapi entah bagaimana, ibu selalu tahu.

Ia tidak bertanya banyak.
Kadang hanya menatap sebentar lebih lama.
Kadang hanya menyentuh bahu kita pelan.
Kadang hanya menyuruh makan, seolah itu solusi semua masalah.

“Ayo makan dulu.”
Kalimat sederhana.
Tapi di dalamnya ada tempat pulang.
Ada jeda dari dunia yang bising.
Ada rasa aman yang tidak kita temukan di mana pun.

Ibu tahu saat suara kita terdengar lebih pelan.
Tahu saat pesan kita lebih singkat.
Tahu saat tawa kita terasa dipaksakan.

Padahal kita tidak cerita.
Tidak menjelaskan.
Tidak mengaku sedang tidak baik-baik saja.

Ibu hanya tahu.

Mungkin karena sejak kecil, ia hafal bahasa tangis kita.
Hafal arti lapar kita.
Hafal beda tangis sakit dan tangis manja.
Dan rupanya, sampai kita dewasa pun, kamus itu masih ia simpan.

Kita boleh tumbuh tinggi.
Boleh pergi jauh.
Boleh jarang pulang.
Boleh merasa sudah kuat sendiri.

Tapi di mata ibu, kita tetap anak yang sama.
Anak yang dulu berlari padanya saat lutut terluka.
Anak yang dulu memanggil namanya saat takut gelap.

Bedanya sekarang, luka kita tidak terlihat.
Dan takut kita tidak bersuara.

Namun ibu tetap tahu.

Ia mungkin tidak mengerti detail hidup kita.
Tidak paham pekerjaan kita.
Tidak mengerti dunia yang kita jalani.

Tapi ia mengerti hati kita.
Tanpa perlu kita jelaskan.

Dan sering kali, justru itu yang membuat kita pulang.
Bukan rumahnya.
Bukan masakannya.
Bukan kotanya.

Tapi perasaan dimengerti… tanpa harus bercerita.

Suatu hari nanti, kita akan sadar:
di dunia yang sibuk meminta penjelasan, bukti, dan alasan—
hanya ibu yang sudah memahami kita, bahkan sebelum kita mengerti diri sendiri.

Post a Comment for "Ibu Selalu Tahu, Meski Kita Tak Pernah Cerita"